Breaking

Post Top Ads

Wednesday, December 12, 2018

Sistem Basis Data

Mahasiswa Sistem Informasi - Basis data adalah, basis data terdiri dari 2 (dua) kata, yaitu kata Basis dan Data. Basis bisa di artikan sebagai markas ataupun gudang, tempat berkumpul. Sedangkan data yaitu kumpulan fakta dunia nyata yang mewakili suatu objek, seperti manusia, barang, dan lain-lain yang direkam ke dalam bentuk angka, bentuk huruf, simbol, teks, bunyi, gambar atau juga kombinasinya. Jadi pengertian basis data adalah kumpulan terorganisasi dari data – data yang saling berhubungan sedemikian rupa sehingga dapat mudah disimpan, dimanipulasi, serta dipanggil oleh penggunanya. Definisi Basis data juga dapat diartikan sebagai kumpulan data yang terdiri dari satu atau lebih tabel yang terintegrasi satu sama lain, dimana setiap user diberi wewenang untuk dapat mengakses ( seperti mengubah,menghapus dll.) data dalam tabel-tabel tersebut.


Pengertian Basis Data

Pangkalan data atau basis data (bahasa Inggris: database) adalah kumpulan informasi yang disimpan di dalam komputer secara sistematik sehingga dapat diperiksa menggunakan suatu program komputer untuk memperoleh informasi dari basis data tersebut. (Sumber: Wikipedia)

Basis Data Menurut Ahli

Menurut Connolly dan Begg (2010:65), basis data adalah sebuah kumpulan data yang secara logis terkait dan dirancang untuk memenuhi suatu kebutuhan informasi dari sebuah organisasi. 



Menurut Indrajani (2015:70), basis data adalah kumpulan data yang saling berhubungan secara logis dan didesain untuk mendapatkan data yang dibutuhkan oleh suatu organisasi. 

Menurut Hidayatullah (2012:137) “Basis Data adalah himpunan kelompok data yang saling berhubungan yang diorganisasikan sedemikian rupa agar kelak dapat dimanfaatkan kembali dengan cepat dan mudah”.


Tujuan Basis data sendiri adalah sebagai berikut ini:

  • Kecepatan serta kemudahan dalam menyimpan, memanipulasi atau juga menampilkan kembali data tersebut.
  • Efisiensinya ruang penyimpanan, karena dengan basis data, redudansi data akan bisa dihindari.
  • Keakuratan (Accuracy) data.
  • Ketersediaan (Availability) data.
  • Kelengkapan (Completeness) data, Bisa melakukan perubahan struktur dalam basis data, baik dalam penambahan objek baru (tabel) atau dengan penambahan field-field baru pada table.
  • Keamanan (Security) data, dapat menentukan pemakai yang boleh menggunakan basis data beserta objek-objek yang ada didalamnya serta menentukan jenis -jenis operasi apa saja yang boleh dilakukannya.
  • Kebersamaan Pemakai (Sharability), Pemakai basis data bisa lebih dari satu orang, tetapi tetap menjaga atau menghindari masalah baru seperti: inkonsistensi data (karana data yang sama diubah oleh banyak pemakai pada saat yang bersamaan) dan juga kondisi deadlock (karena ada banyak pemakai yang saling menunggu untuk menggunakan data tersebut.

Pengertian sistem basis data 

Sistem basis data adalah sistem yang terdiri dari koleksi data atau kumpulan data yang saling berhubungan dan program-program untuk mengakses data tersebut. Komponen Utama Sistem Basis Data :
  1. Perangkat Keras (Hardware)
  2. Sistem Operasi (Operating Sistem)
  3. Basis data (Database)
  4. Sistem Pengelola Basis Data (Database Management Sistem atau disingkat DBMS)
  5. Yaitu pengelola basis data secara fisik tidak dilakukan oleh pemakai secara langsung, akan tetapi ditangani oleh sebuah perangkat lunak yang khusus. Perangkat Lunak inilah yang disebut DBMS (Database Management Sistem) yang akan menentukan bagaimana data diorganisasi, disimpan, diubah serta diambil kembali. Perangkat Lunak ini juga yang menerapkan mekanisme pengamanan data, pemakaian data secara bersama-sama, konsistensi data dan sebagainya.
  6. Pemakai (User).
  7. Aplikasi atau Perangkat Lunak yang lainnya.
  8. Tujuan Utama Sistem Basis Data sendiri adalah :
  9. Menunjukkan suatu lingkungan yang tepat dan efisien didalam melakukan pengambilan (retrieving) dan penyimpanan (storing) informasi basis data, serta menyediakan antarmuka yang lebih ramah kepada user dalam melihat data.

Kegunaan atau Fungsi Sistem Basis Data, mengatasi masalah-masalah pemrosesan data yang sering ditemui dengan menggunakan metode konvensional, permasalah yang diatasi diantaranya:
  • Redudansi data dan juga inkonsistensi data.
  • Kesuliatan dalam pengaksesan data.
  • Data Isolation.
  • Konkurensi pengaksesan.
  • Masalah keamanan.
  • Masalah Integritas.

Perbedaan basis data dan sistem basis data

Basis data adalah sekumpulan data yang tersusun secara terstruktur sehingga memudahkan penggunaan data jika di butuhkan.

Sedangkan sistem basis data adalah sistem-sistem yang saling terhubung dalam penggunaan data mencangkup menambahkan atau menghapus isi data.

Integritas data

Integritas data adalah keaslian atau keabsahan suatu data. Suatu data dikatakan terintegritas apabila isi data sesuai dengan kenyataan. Sehingga data dapat dipertanggungjawabkan keasliannya.

Contoh integritas data adalah dalam data usia. Karena, tanggal lahir seseorang tidak mungkin melebihi tanggal sekarang. Maka digunakan constraint sebagai pembatas agar data tetap terintegritas.

Transaksi dan Konkurensi

Transaksi adalah satu atau lebih suatu pengankesan data oleh program yang mengakses isi suatu data base. Transaksi bertujuan agar suatu basis data dapat digunakan oleh banyak user sehingga mempermudah pengaksesan data. Masalah yang dapat terjadi di dalam transaksi adalah deadlock, situasi dimana dua atau lebih transaksi yang terjadi dan saling tunggu proses pengaksesan data. Untuk menghindari masalah tersebut digunakanlah konkurensi.

Konkurensi adalah pengaturan sistem locking dimana suatu data tidak dapat dirubah atau di akses ketika di lock. Ada dua jenis locking yaitu Slock dan Xlock.
  1. Xlock atau Exclusive lock adalah keadaan data dapat dirubah dan dibaca oleh suau sistem.
  2. Slock atau Shared lock adalah keadaan data hanya dapat dibaca tanpa bisa dilakukan perubahan isi data.

Backend programming

Back-End programming adalah program yang berjalan pada database secara otomatis ketika terjadi suatu pemicu tertentu. Dalam oracle ada beberapa metode untuk melakukan back-end programming, yaitu dengan trigger dan stored procedure.

Trigger

Trigger adalah blok PL/SQL yang disimpan dalam database dan akan diaktivasi ketika kita melakukan statement-statement SQL (DELETE, UPDATE, dan INSERT) pada sebuah tabel. Aktivasi trigger didasarkan pada event yang terjadi di dalam tabel tersebut sehingga trigger dapat membantu dalam menjaga integritas dan konsistensi data. Implementasi trigger yang sering ditemui dalam dunia nyata adalah untuk mengeset dan mengubah nilai kolom dalam suatu tabel sehingga validasi nilai dari tabel tersebut akan terjaga. Adanya trigger dalam database akan meringankan kita dalam pembuatan aplikasi karena di dalam aplikasi yang kita buat, kita tidak perlu lagi untuk melakukan validasi data.

Model-model yang digunakan untuk menspesifikasi aturan basis data aktif adalah model ECA (Event-Condition-Action). Aturan dalam model ECA memiliki tiga komponen yaitu:
  1. Event, yang memicu suatu rule tersebut biasanya berupa operasi perubahan basis data yang secara eksplisit ditambahkan ke basis data. Namun pada umumnya, bisa berupa event temporal atau jenis event eksternal yang lain.
  2. Condition, menentukan apakah suatu rule dijalankan atau tidak. Ketika suatu trigger dijalankan, maka bagian condition (bersifat optional) akan dievaluasi jika didefinisikan oleh yang membuat trigger. Jika evaluasi bagian condition bernilai TRUE maka aksi suatu rule dijalankan.
  3. Action, biasanya berupa statement sql.

Manfaat trigger antara lain adalah :
  • Membuat integrity constraint yang kompleks.
  • Mencatat aktivitas suatu tabel (logging).
  • Sinkronisasi

Stored Procedure

Subprogram adalah PL/SQL Blok yang dipanggil dengan sekumpulan parameter. PL/SQL memiliki dua jenis subprogram yaitu: procedure dan function. Dimana secara umum procedure digunakan untuk melaksanakan aksi dan function digunakan untuk komputasi suatu nilai.

Stored procedure adalah subprogram yang disimpan di dalam database berupa SQL + Bahasa prosedural. Ada beberapa kelebihan yang dapat diperoleh dengan menggunakan stored procedure, meliputi :


  1. Dijalankan di database server -> performance lebih baik, network trafik lebih rendah.
  2. Tools DBA -> praktis, selalu tersedia di database server.
  3. Dapat digunakan oleh banyak aplikasi
  • Standarisasi business logic.
  • SP dapat dipanggil oleh aplikasi luar
      4. Dapat memanfaatkan tipe, fungsi yang disediakan DBMS
      5. Powerfull, tools sangat penting bagi DB designer, DB programmer dan DBA
      6. Hampir semua RDBMS mensupport.
      7. Walaupun syntax berbeda, umumnya menggunakan prinsip yang sama


Tambahan Modul

DAFTAR PUSTAKA

Connolly, Thomas and Begg, Carolyn. (2010). Database Systems: A Practical Approach to Design,
         Implementation, and Management, Fifth Edition. Pearson Education, Boston.

Indrajani, 2015, Database Design, Jakarta : PT Elex Media Komputindo

Hidayatullah, F. 2012. Analisa Asam Amino pada Buah Pepaya dengan Spektrofotometer. [Skripsi].
         Semarang: Fakultas Teknik Universitas Diponegoro 

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Pages